Atashi no Sekai


adalah seseorang bernama Anindya Mustapha yg pas saya iseng kasih tau top post di blog ini, malah jadi rikues nomer-nomer delivery yg enak dibikin post sekalian.

                                 Challenge Accepted.

sebelum mulai, saya peringatkan dahulu : REVIEW BERSIFAT (AGAK) SUBJEKTIF. penilaian berdasarkan perimbangan antara HARGA , KECEPATAN MENGANTAR dan KUALITAS (skala 1-5).

oke, mulai!

Me-Yamme – 0812 144 58 444 (Senin-Minggu terkadang libur pada hari2 tertentu)

operasional : 9/10 pagi – 9 malem
salah satu delivery yang sudah membumi di lingkungan sukabirus. ga ada warungnya, cuman delivery aja. menu awalnya berbau jepang, namun setelah beberapa lama MY menambahkan menu seafood. untuk beberapa menu yang saya ingat, chicken katsu, chicken stik/beef katsu bumbu teriyaki, steak ayam/kakap bumbu keju, cumi/udang saus asam manis, dll.
review : saya sendiri udah keseringan mesen MY, jadi terkadang agak bosen…

View original post 1,474 more words

Advertisements

Artikel tentang Pengaruh Desain

 

Green Roof from nocellaroofing.com

Dampak lingkungan hidup belakangan ini banyak dibicarakan oleh pakar lingkungan hidup dunia. Untuk membuat kesadaran setiap manusia untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup tidaklah mudah segampang membalikkan telapak tangan. Salah satu usaha pemerintah dalam pelestarian lingkungan hidup adalah dengan membicarakan hal ini dengan pengembang property perumahan.

Rumah ramah lingkungan sebaiknya memiliki lahan sekitar 40% untuk tanaman. Tidak hanya untuk memperindah rumah, lebih dari itu dapat membersihkan udara akan polusi, menyejukkan rumah, resapan air tanah yang baik dan hal-hal lainnya. Desain rumah ramah lingkungan bukanlah hal yang baru. Tetapi penerapannya perlu kesadaran masing-masing pihak. Desain rumah minimalis jika digabungkan dengan desain lainnya diharapkan dapat mengurangi dampak pemanasan global.

Green Roof from brooklynpaper.com

Mengapa mengurangi dampak pemanasan global? Tentu saja, jika area rumah yang sejuk ditambah dengan sirkulasi udara yang baik untuk setiap ruangannya, tentunya kita tidak perlu memakai AC yang notabennya tentu hemat pemakaian listrik. Jika masing-masing pihak menyadarinya, tentunya konsumen akan lebih selektif dalam membeli rumah dan ini akan memberikan inspirasi bagi arsitek dalam mendesain rumah ramah lingkungan.

Rumah ramah lingkungan bukan hanya sebagai jargon, tetapi kita harus lebih melihat manfaatnya bagi lingkungan dan penghuni rumah itu sendiri. Desain rumah dengan atap datar atau lebih dikenal dengan green roof yang bisa difungsikan sebagai taman. Setelah diteliti, jika tanaman mencapai tinggi sekitar 10 cm akan mengurangi pemakaian AC sekitar 25% . Ruangan yang terletak tepat dibawah green roof mempunyai suhu yang lebih rendah, yakni sekitar 3 sampai 4 derajat celcius dibandingkan dengan suhu diluar ruangan.

Green roof dan green wall membuat suhu udara lebih bersih. Penelitian menyebutkan bahwa sekitar 1 meter persegi rumput yang ada di bagian atap dapat mengurangi 0.2 kg partikel udara kotor setiap tahunnya. Desain rumah ramah lingkungan tidak tergantung lagi akan pemakaian AC dan lampu. Konsep dalam memanfaatkan matahari adalah yang diperlukan “Terang” nya dan “Panas” nya dihindari. Cukup sederhana bukan?

Artikel tentang Fenomena Desain

Tidak dipungkiri lagi bahwa dunia desain seperti Arsitektur, desain Interior, dan desain produk terus berkembang mengikuti gaya hidupnya yang khas. Dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi fenomena yang menarik di dunia Arsitektur yang berkaitan dengan gaya hidup ini Setelah krisis moneter tahun 1998, kemunculan berbagai fasilitas yang berkaitan dengan pemakaian waktu luang untuk golongan menengah ke atas. Berbagai fasilitas ini dapat berupa kafe, resto, spa, loungefitness centre, dan hotel butik. (Achmad Tardiyana, 2007).

Fenomena ini banyak terjadi di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Dengan kemudahan sistem informasi dan komunikasi serta infrastruktur yang memadai, kota-kota besar tersebut dengan mudahnya tersentuh arus globalisasi yang menyebabkan sebuah konsekuensi yaitu menyebarnya budaya konsumerisme. Budaya ini semakin berkembang dengan bentuknya sekarang dimana seorang konsumer tidak lagi diarahkan oleh pencipta tren tetapi konsumer lah yang menjadi pencipta tren itu sendiri, seperti yang terjadi di dunia desain busana terkini. Hal ini menunjukkan kondisi dimana masyarakat lah yang menentukan cara mereka mengkonsumsi sesuatu.

Budaya ini yang mengakibatkan pembangunan fasilitas-fasilitas pemenuh kebutuhan gaya hidup masyarakat urban tersebut. Setiap fasilitas berlomba memunculkan bangunan yang tidak sekedar sebuah wadah fisik namun memberi nilai lebih berupa suasana dan ruang yang unik. Sehingga seringkali kegiatan sehari-hari diangkat pada tatanan estetik tertentu sehingga memiliki nilai dan gengsi tertentu pula (Achmad Tardiyana, 2007).

Aktifitas menyeruput secangkir kopi dapat ditempatkan pada kasta yang lebih tinggi sehingga bermunculan warung-warung kopi “executive class” seperti Starbucks, Ngopi Doeloe, Kopi Progo, Café Oh Lala, dsb.

Bandung menjadi salah satu lokasi dimana tumbuh suburnya gaya hidup beserta fasilitas pemenuhannya tersebut. Belum siapnya RTRW Kota Bandung mengakibatkan fasilitas-fasilitas tersebut tersebar acak dan kerapkali mengakibatkan bergesernya fungsi sebuah kawasan. Seperti yang terjadi di Jalan Dago, fenomena Factory Outlet telah merubah hampir seluruh fungsi kawasan yang semula residensial menjadi komersial. Fenomena serupa turut merubah wajah perumahan di Jalan Progo menjadi wajah komersial dengan munculnya café dan restoran disepanjang jalan itu.

Toko Cokelat hadir ditengah-tengah fenomena yang terjadi ini. Karya arsitektur Tan Tik Lam adalah salah satu karya arsitektur yang menjawab kebutuhan gaya hidup kontemporer selain juga menjawab konteks lingkungan Jalan Progo yang sedang bergeser dari fungsi residensial menjadi komersial secara perlahan.

Artikel tentang UKM Kampus

AVI merupakan unit kegiatan mahasiswa STISI Telkom berbasis Audio Visual. AVI ada untuk berbagi dan mengkoordinir kebutuhan mahasiswa akan kegiatan yang menyangkut karya yang output akhirnya berupa Film, Video Clip, TVC, Animasi.

Setelah turun temurun UKM Audio Visual STISI Telkom, yakni AVI (Audio Visual STISI), dan dalam rangka melanjutkan tradisi UKM Audio Visual STISI Telkomyang selalu “ada” di ruang lingkup kampus se-kota Bandung. Dalam bersosialisasi dan dalam berkarya menjadi wadah silahturahmi antar mahasiswa STISI Telkombaik yang masih aktif dan yang sudah menyelesaikan akademisnya, menjadi wadah bertukar wawasan juga antar mahasiswa se-kota Bandung. UKM Audio Visual dapat menjadi pengentar dasar Audio Visual untuk mahasiswa-mahasiswi baru, dapat menjadi lahan pekerjaan juga untuk setiap mahasiswa yang ada didalamnya.

Visi dan Misi AVISTISI

Visi

Menjadikan AVI sebagai UKM Audio Visual yang dapat menjadi wadah mahasiswa STISI Telkom untuk menyalurkan minat dan bakat dalam bidang Audio Visual.

Misi

  • Memperluas wawasan mahasiswa di bidang Audio Visual dalam ruang lingkup STISI Telkom khususnya dan luar kampus umumnya. Membina dan mengembangakan minat dan bakat mahasiswa di bidang Audio Visual.
  • Mempererat hubungan kekeluargaan antar mahasiswa melalui sebuah organisasi di bidang Audio Visual.
  • Membina dan meningkatkan kerjasama antar mahasiswa guna mewujudkan visi, misi dan tujuan UKM Audio Visual STISI Telkom.

Struktur Organisasi

Ketua STISI Telkom : Imelda Tirra Usnadibrata, SH.,MM.,MEdM.,MSc

Pembina : Yogi “Cokladt” Margana

Ketua : Haiz Fikri

Divisi

DIVISI FILM

Koordinator : Yogi “Cokladt” Margana

Wadah untuk menyalurkan minat para anggota UKM pada pembuatan Film, tidak hanya pada teknisnya saja, namun duajak untuk mendalamni peran (aktor), mengarahkan actor (directing/sutradara), pembuatan skrip (scripting), dan sebagainya sampai pada proses editing hingga film tersebut siap disajikan.

DIVISI VIDEO CLIP

Koordinator : Bakrie

Merupakan kegiatan UKM AVISISI PICTURE mengenai pengenalan sejak dini tentang teknis pembuatan sebuah video klip dengan metode praktek langsung dan sekaligus menjadi wadah untuk menyalurkan minat para anggota AVISTISI yang berminat pada bidang ini.

DIVISI ANIMASI

Koordinator : Abiyasa

Sebuah pengenalan singkat mengenai dasar – dasar pembuatan animasi yang menjadi wadah bagi anggota UKM ini untuk menyalurkan minatnya pada bidang ini. Pada divisi ini selain mengajak mengenai teknis pembuatan sebuah produk animasi audio visual, juga mengajak untuk mewujudkannya dengan praktek langsung.

DIVISI TVC

Koordinator : Haddy Irawan

Memberikan sedikit wawasan dan pengetahuan mengenai pembuatan TVC ( Television Commercial / Iklan TV) melalui pengalaman langsung membuat TVC dari ide-ide yang memiliki para peserta. Disini para perserta (anggota UKM AVISTISI PICTURE) diajak mengetahui bagaimana pembutan sebuah TVC dari mulai proses pengalian ide, mengaplikasikannya pada story line, story board, sampai pada teknis tahap akhir merealisasikannya melalui praktek langsung.

Kegiatan lomba yang sudah diikuti AVISTISI

  • Telkom Creation 2010 Short Animation Competition
  • Community, Water, and Climate Change
  • Coca-Cola eyeka photo & video contest (Diikut sertakan dalam festival film Cannes Prancis)
  • Indonesian Youth Ideas 2011
  • Pepsi Short Film Competitions (To be attended in Barceloma Film Festival)

Lomba Seni Media 2011 (Video “Menjadilah , Indonesia” menjadi Pemenang Terbaik Kategori Seni Video)

Artikel tentang Tokoh Desain Idola dan Karyanya

1. Charles Rennie Mackintosh (1868-1928)

Hill House, Hellenburgh, Durbartonshire, Scotland, 1902-1903; image source: http://www.architectureweek.com

Di kota Glasgow, Skotlandia, sebuah karya yang dihubungkan dengan gerakan Art Nouveau dikerjakan dalam waktu singkat oleh beberapa desainer yang dipimpin oleh Charles Rennie Mackintosh. Karya Mackintosh berbasis pada seni dan Kriya (arts and crafts), namun bergerak lebih jauh menuju suatu gerakan pembebasan yang sdisebut gerakan Art Nouveau dan berpengaruh cukup besar di antara desainer daratan eropa (continental designer), terutama yang bermarkas di Vienna. Untuk klien privat dan flat pribadinya di Glasgow, Mackintosh mengembangkan desain furniture yang simple, bentuk geometris, namun menerapkan proporsi yang berlebihan, sandaran punggung kursi yang sangat tinggi, dan finishing hitam dan putih dengan aksen detail dekorasi berwarna ungu, perak atau emas.

Elemen ornamen yang dicat berwarna kadangkala ditambahkan oleh istri dari Mackintosh, Margaret Macdonald (1865-1933), dengan saudara perempuannyaFrances Macdonald (1874-1921) merupakan partisipan aktif dari gerakan art and craft dan gerakan yang berhubungan dengan desain yang berpusat di Glasgow pada tahun 1890-an. Faktanya gerakan art and craft, meskipun tujuannya untuk mereformasi desain victoria (victorian design) dan selera masyarakat (taste) pada masa itu, namun gerakan tersebut hanya berhasil mempengaruhi segelintir orang mengingat biaya produksinya yang sangat tinggi. Bagaimanapun juga, penolakannya terhadap ornamentasi produksi-massa yang tidak bermakna, dengan menekankan pada kejujuran dalam ekpresi desain terhadap realitas dari fungsi, material dan teknik, berpikir ke depan, meskipun dengan cara yang radikal juga kontroversial. Hal tersebut yang menghubungkannya dengan gerakan Art Nouveau, suatu gerakan penolakan total terhadap kesejarahan (historicism); yang membuatnya menjadi titik awal dari semua kajian terhadap modernisme dalam desain (interior).

2. Antoni Gaudi (1852-1926)

Casa Batlló, Barcelona, 1904-06. Image Source: http://www.architectureweek.com

Di Barcelona-Spanyol, meskipun banyak variasi karya dari gaya Art Nouveau, figur yang dominan adalah Antoni Gaudi,  tokoh pelopor dari “perbendaharaan bahasa visual” stiliasi bunga (vocabulary of flowing curves ) dalam interior dengan karakter yang kuat, teknik tinggi; dan detail yang sangat dekoratif.

Pada kisaran tahun 1904-1906 ia merekonstruksi sebuah bangunan tua “Casa Batllo“, termsuk di dalamnya fasad baru dari keseluruhan kompleks bangunan, bentuk menyerupai tulang (bone-like form), dengan garis atap yang fantastik,dan untuk beberapa apartemen, sebah interior yang mencengangkan. Pintu berpanel dihiasi dengan kaca kecil dengan bentk yang tidak beraturan (irregular shape); plafon plester dengan bentuk garis lengkung (swirling curved form).

Gaudi mengembangkan garis lengkung yang fantastik, kadangkal menyerupai sambungan tulang, kadangkala bentuk yang organik (liat) pada furniture yang didesain khusus oleh tukang kayu dengan kemampuan tinggi pada proyek yang spesifik. The Guell Park (1905-1914) dan proyek terakhirnya Sagrada Familia Church (1903-1926) menunjukkan sbuah karya yang fantastik dan karakter personal stilistik Gaudi; dalam skala yang besar.

3. Gerrit Rietveld (1888-1964)

Schröder House, Utrecht, The Netherlands, 1924. Image Source: http://www.architectureweek.com

Karya yang paling terkenal dari gerakan “De Stijl(the style/gaya)” adalah karya yang dibuat oleh Gerrit Rietveld, yaitu Schroder house yang berlokasi di Utrecht adalah realisasi komplit dari ide pergerakan tersebut. Adalah sebuah blok garis lurus yang menciptakan sesuatu yang kompleks, dinding yang saling menopang (interpenetrating planes of wall), atap, dan geladak yang memproyeksikan, dengan void yang dilengkapi dengan kaca gelas dalam bingkai logam.

Ruang keluarga  (living room) bagian atas dipisahkan oleh sistem panel geser (sliding panels) yang mengijinkan pengaturan kembali untuk mendapatkan variasi bukaan ruang. Furniture tanam (built-in) dan bergerak (movable) berkonsep geometrik  dan abstrak. Hanya waran-warna primer dan warna hitam yang diterapkan dengan warna putih dan abu-abu pada setiap permukaan sebagai komplementer-nya.

Dikarenakan anggotanya yang sedikit, masa yang singkat, dan sedikitnya pencapaian melalaui pembangunan proyek, Pengaruh gerakan De Stijl dalam konteks modernisme dalam desain (interior) tidak secemerlang dibandingkan dengan gerakan serupa yang muncul di Jerman dan Perancis

4. Alvar Aalto (1898-1976)

Finnish Pavilion, New York World’s Fair, 1939. Image Source: http://www.architectureweek.com

“Generasi Kedua’” yang paling penting dalam era modernisme desain interior adalah seorang arsitek dan desainer Finlandia Alvar Aalto. Karir Aalto dimulai ketika gaya perkawinan antara gaya Romantisme-nya Napoleon (yang pada saat itu sedang trend di Eropa) dengan semangat nasionalisme Nordic yang didengungkan oleh Lars Sonck dan Eliel Saarinen, yang nantinya akan melahirkan suatu gaya bar yang disebut gerakanNeoclassicism dan Jugendstil pada akhir abad ke 19 (tahun 1800-an).

Masyarakat Amerika akhirnya dapat menikmati karya desain dari Alvar Aalto secara langsung pada saat New York’s World Fair 1979. Ruang interior seperti kotak(box-like) pameran Finlandia dibat dengan sangat menarik dengan memperkenalkan dinding organik (free-form) yang mengalir (flowing). Sebuah dinding yang terbuat dari kayu yang melengkung dan memenuhi keseluruhan ruang utama pameran dan dipasangi layar pada ruang pameran tambahan pada bagian atas.

Sebuah balkon restoran dengan tujuan untuk memutarkan film dari sebuah booth proyeksi dengan bentuk organik yang menakjubkan menambahkan keindahan dari keselurhan desain tersebut. Meskipn keluasan ruang yang sempit dan posisi booth pameran tersebut berada di lokasi yang kurang tepat, namun desain Aalto telah menarik perhatian pengunjung dan mendapatkan suatu pujian khusus pada event tersebut.

5. Pierre Chareau (1883-1950)

Maison de Verre,Paris, 1928-193; Image Source: jorgerovira.blogspot.com

Karyanya yang terkenal dan bersejarah adalah Maison de Verre (house Of Glass) di Paris yang menggnakan bingkai baja dan are yang luas dari glass block dan plate glass. Desain furniture termasuk di dalamnya kayu solid dan upholsteryyang tebal dan kursi yang gampang dilipat dengan bingkai logam dan anyam-anyaman (wicker) pada dudukan dan sandaran punggung. Karya desainnya mencerminkan suatu perpindahan dari gaya Art Deco ke arah International Style sebagai puncak atau era keemasan dari desain modern.

Chareau adalah seorang arsitek dan desainer kelahiran Lehavre-Prancis dan menyelesaikan studinya pada Ecole Nationale Superieure des Beaux-arts di Paris pada usia 17 tahun. Karakter desain-nya menunjukkan suatu komplesitas dari perpaduan bentuk-bentuk dasar yang harmonis. Melalui karya pertamanya Maison de Vierre, Chareau langsung melejit menjadi satu desainer dan arsitek kenamaan dan mempengaruhi gaya desain dunia selanjutnya.

6. Phillip Johnson (1906-2005)

Glass House, New Canaan, Connecticut, 1949.Image Source: ichalcarper.com

Pada tahun 1946, dunia sedang dilanda demam “International Style” dan salah satu tokohnya arsitek Mies Van De Rohe yang membangun Farnsworth House telah menginspirasi seorang arsitek Amerika lainnya Phillip Johnson untuk mendesain rumahnya sendiri di New Canaan-Connecticut dengan gaya yang sama. Sebuah rumah dengan interior berdindingkan glass block dengan hanya batu bata silinder kecil yang ditampilkan pada rumah untuk menujukkan posisi  kamar mandi dan  lokasi untuk tempat penghangat (fireplace).

Dapur dilengkapi dengan meja counter yang dapat diangkat ke atas (lift tops) untuk penyimpanan peralatan dapur. Sedangkan semua furniture-nya merupakan karya desain dari Mies Van De Rohe, dengan menggunakan upholstery kulit coklat dengan kerangkan berlapiskan krom, keseluruhan karya desain interior tersebut menunjukkan suatu bentuk ketelitian dalam ruang. Ubin yang merah pada lantai dan view yang menuju ke luar (outward) kepada eksterior yang hijau merupakan warna yag dominan pada interior tersebut. Rumah kaca ini merupakan contoh terkenal dari kemungkian untuk sebuah gagasan (open plan) yang logis dan eksekusi desain yang ekstrim

7. Walter Gropius (1883-1969)

Gropius House, 1937. Image Source: http://www.architectureweek.com

Pengaruh langsung dari modernisme gaya Internasional (international style) bertambah besar ketika beberapa pimpinan Eropa dari gerakan tersebut tiba di Amerika Serikat. Peristiwa hijarah tersebut disebabkan situasi politik Eropa yang makin tidak menentu seiring meningkatnya aksi-aksi represif dari partai NAZI-Jerman pimpinan Kanselir Adolf Hitler.

Salah satu pimpinan gerakan tersebut adalah Walter Gropius, bekas kepala sekolah sekolah desain yang terkenal di Weimar (bagian dari jerman) Bauhaus. Walter Gropius adalah seorang arsitek dengan mengarsiteki sendiri rumahnya sendiri di Lincoln-Massachussets (1937). Rumah tersebut merupakan conoth terbaik dari desain  international style, dengan tipikal atap datar, area kaca yang luas, dan penerapan detail pada fasad (entrance shelter) yang ditopang oleh kolom bulat, tangga spiral dan pemasangan glass block yang banyak.

Dinding putih diciptakan bukan dari beton ataupun stucco (plesteran) melainkan dengan papan kayu lapis (tongue-and-groove wood boards) yang merupakan tipikal dari bangunan vernakular New England. Desain interior-nya elegan simplicity dan menampilkan beberapa jenis karya desain furniture hasil karya anggota gerakan modernisme. Sekarang rumah tersebut menjadi sebuah tanda daerah (landmarks) dan menjadi salah satu atraksi pariwisata yang terkenal di Massachussets yang dikunjungi banyak wisatawan.

8. Herman Hertzberger (1932-)

Centraal Beheer, Apeldoorm, The Netherlands, 1973, Image Source: laguna.pl

Di Belanda, Herman Hertzberger mengimplementasikan gagasan Aldo Van Eyck tentang interior yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi civitas dalam interior yang terorganisir (organization of interior). Hertzberger menerapkannya pada bangunan kantor Central Beheer (1973) sebuah perusahaan asuransi di Apeldoorn.

Bangunan ini dibuat dengan unit-unit modular dalam ruang persegi empat dengan pola yang tidak beraturan. Ruang interior adalah sebuah hasil dari kompleksitas ruang kecil dimana     pekerja individual dituntut untuk mengatur sendiri furnitre kerja-nya, peralatan, dan aksesoris pribadi-nya sesuai dengan keinginan mereka sendiri. Hasilnya adalah sebuah kekacauan (clutter) dalam ruang interior yang sangat humanis, tidak seperti ruang kantor umumnya yang terkesan kaku, formal dan monoton.

Hetzberger dengan Aldo Van Eyck merupakan pelopor gerrakan structuralist di Belanda (pada tahun 1960an). Ia percaya bahwa peran arsitek tidaklah menawarkan solusi yang komplit terhadap permasalahan bangunan, namun menyediakan kerangka spatial yang akan diisi oleh civitas pemakai ruang tersebut. Jadi Hetzberger menekankan pentingnya mendesain aktivitas manusia yang akan berada pada dengan memberikan kebebasan berekspresi pada ruang interior tersebut dibandingkan dengan bangunan yang formal dan kaku yang mengarahkan bahkan mendikte manusia untuk beraktivitas dalam ruang.

Eames House and studio, Santa Monica, California, 1949.Image Source: eischlernetwork.com

9. Charles Eames (1940-2001)

Lebih dikenal sebagai desainer dari Eames chair (1940-1), Rumah pribadi Charles Eames adalah sebuah contoh awal dari sebuah “gerakan” yang disebut high-tech yang menggunakan logam dan kaca sebagai elemen pembentk dari keseluruhan desain tersebut. Menggunakan kerangka sambungan logam yang tanpa penutup (exposed) pada  atap, sedangkan dinding eksterior disusun oleh kaca dan panel solid dengan jendela standar industri dan elemen struktur.

     The Eames House dibangun dengan bagian produksi industri, juga kadangkala dipandang sebagai desain yang berbasiskan teknologi (industri) juga mampu menciptakan suatu interior dengan keindahan dan bahkan untuk rumah tinggal.

Charles Eames memang besar di lingkungan arsitek dan menamatkan pendidikan arsitekturnya Washington University-St Louis. Ia sangat dipengaruhi oleh seorang arsitek Finlandia Eliel Saarinen; yang nantinya akan menjadi teman dan partnernya dalam profesi.

**)Artikel ini merupakan terjemahan dan saduran dari “Histrory Of Interior Design” oleh John Pile (2001)

Daftar Pustaka

Ching, Francis D.K., 1996, Ilustrasi Desain Interior, Jakarta: Penerbit Erlangga

Dodsworth, Simon, 2009, The Fundamentals Of Interior Design, USA: AVA Publishing

Pile, John, 2001, The History Of Interior Design, Online Article @ http://www.architectureweek.com (5 September 2001) retrieved 5 Januari 2012

Artikel tentang jurusan masing-masing

Desain Interior

Berbicara masalah desain khususnya interior tentu tidak telepas dari keberadaan ruang arsitektural sebagai satu dari kebutuhan manusia dalam kehidupannya sebagai makhluk individu maupun sosial. Desain interior merupakan suatu keilmuan yang membahas hubungan manusia dengan ruang arsitektural dan seluruh elemen pendukungnya. Desain Interior adalah karya arsitek atau desainer yang khususnya menyangkut bagian dari suatu bangunan, bentuk-bentuknya sejalan perkembangan ilmu dan teknologi yang dalam proses perancangan selalu dipengaruhi unsure-unsur geografi setempat dan kebiasaan-kebiasaan social yang diwujudkan dalam gaya-gaya kontenporer. (Suptandar 61)

Menurut D.K. Ching arti Desain Interior adalah merencanakan, menata dan merancang ruang-ruang interior dalam bangunan. Tatana fisik diatas dapat memenuhi kebutuhan dasar kita akan sarana untuk bernaung danberlindung; menentukan langkah sekaligus mengatur bentuk aktivitas kita; memelihara aspirasi kita dan mengekspresikan ide-ide yang menyertai segala tindakan kita, mempengaruhi penampilan, perasaan dan keperibadian kita. Oleh sebab itu, maksud dan tujuan desain interior adalah untuk meperbaiki fungsi, memperkaya nilai estetis dan menigkatkan aspek psikologis dari ruang interior.

Sedangkan arti desain interior menurut Sachari adalah profesi yang mengkaji dan mempelajari desain ruang dalam sebuah bangunan dengan berbagai pendekatan dan pertimbangan baik fungsi ruang, suasana, elemen estetis, pemilihan material, sosial budaya serta gaya hidup hngga pertimbangan-pertimbangan teknis penataan ruang

Dalam proses desain itu pula keunikannya yaitu bahwa proses desain itu tidak selalu menuju ke satu jawaban yang pasti dan benar. Bahkan sering di peroleh lebih dari satu solusi yang tepat untuk suatu masalah desain. Jadi bagaimana kita dapat menilai apakah suatu desain itu baik atau buruk?

Sebuah desain dianggap baik dan bagus menurut pendapat perancangnya,kliennya atau orang lain yang dan menggunakan desain tsb,karena sakah satu dari beberapa alas an sebagai berikut :

– sebuah desain dianggap bagus sebab telah memenuhi fungsinya dengan baik-desain berhasil.


- Sebuah desain dianggap bagus sebab biaya murah-ekonomis,efesien dan tahan lama.


- Sebuah desain dianggap bagus sebab tanpak indah- secara estetis menyenangkan.


-Sebuah desain dianggap bagus sebab dapat menimbulkan kembali perasaan dan ingatan akan suatu waktu dan tempat- membawa arti.

Berdasarkan definisi-definisi diatas maka data disimpulkan bahwa desain interior bertujuan untuk menata kehidupan manusia menjadi lebik baik yang diungkapkan melalui media tata ruang. Desain interior bertujuan untuk membuat manusia sebagai pemakai ruang dapat beraktifitas dalam ruangan tersebut dengan efektif dan merasa nyaman pada ruangan tersebut (Dodsworth, 2009: 8). Desain interior merancang bagian dalam ruangan yang mempertimbangkan mulai dari fungsi ruang, suasana, elemen ruang, pemilihan material, sosial budaya, gaya hidup hingga pertimbagan teknis penataan ruang yang bertujuan untuk memperbaiki fungsi dan memperkaya nilai estetis.

Artikel tentang Identitas Diri

SandikaSaya menulis artikel ini bertujuan untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Komputer Dasar yang ditugaskan untuk membuat blog oleh dosen. Bu Nadya adalah dosen mata kuliah komputer dasar saya. Ini tugasnya Bu Hehehe… 😀

Nama lengkap saya I Putu A.Sandika Fitra. Wayan Sadia dan Siti Fatimah adalah orang tua saya yang telah mendidik dan membesarkan saya. Saya lahir di Sentani pada tanggal 24 Maret 1993. Hobi saya tidak jauh dari dunia musik. Dulu saya bertempat tingal di Iran Jaya, karena Bapak saya menjabat sebagai PNS disana. Tamat dari Taman Kanak-kanak (TK) saya dan kedua orang tua saya pindah ke Bali, ke rumah asal Bapak saya tepatnya Griya Agung Budha Salahin, Jln. Cempaka Putih No. 10, Br. Tanggahan Tengah, Ds. Demulih, Kec. Susut, Kab, Bangli.

Sampai di Bali saya melanjutkan sekolah di SD Negeri 1 Kawan lalu berlanjut ke SMP Negeri 1 Bangli. Tahun lalu yaitu 2011 saya lulus dari SMA Negeri 1 Bangli. Sekolah ini menyimpat banyak kenangan dengan teman-teman saya di Bali. Nah kemudian saya keterima oleh salah satu yayasa Telkom, sekarang saya berkuliah di STISI Telkom Bandung.

Disini saya memilih jurusan desain interior. Saya memilih untuk berkuliah di luar karena saya ingin merasakan merantau itu seperti apa dan gimana rasanya hidup mandiri. Banyak sekali teman-teman baru saya kenal disini. Banyak teman yang saya temui dari luar pulau seperti Sumatra, Kalimanta, Jawa dll. Sungguh sangat menyenangkan sekali bisa berkuliah di luar pulau 😀

Saya baru semester 2. Hal yang sangat kerasa adalah tugas kampus yang sangat banyak dan sangat menguras pikiran. Saya hanya bisa menyikapi hal tersebut dengan mengunakan waktu seefektif mungkin agar tugas tidak menumpuk. Bila tugas menumpuk saya biasanya megeluarkan jurus andalan yaitu lembur begadang Hehehe… 😀

Demikian artikel singkat dari saya, semoga Ibu dosen memakluminya 😀

Akhir kata saya ucapkan Terima Kasih kepada pembaca.